Feature Biografi Pramoedya Ananta Toer
Pramoedya Ananta Toer: Pena yang Menolak Dia Di sebuah pagi, 6 Februari 1925, di Blora, Jawa Tengah, lahirlah seorang bayi lelaki yang kelak menjadi legenda sastra Indonesia. Ia diberi nama Pramoedya Ananta Toer nama yang kelak akan mengguncang dunia literasi, menantang kekuasaan, dan menyalakan keberanian dalam diri pembacanya. Pram, begitu ia kerap dipanggil, tumbuh di lingkungan keluarga yang menghargai pendidikan. Ayahnya, seorang guru dan aktivis. Ibunya menanamkan nilai kejujuran dan keteguhan hati. Sejak kecil, Pram sudah mengenal pahitnya hidup di negeri yang terjajah. Ia melihat rakyatnya hidup dalam kemiskinan, sementara para penjajah memegang kendali. Masa remajanya diwarnai pergolakan. Ia pernah bekerja sebagai tukang ketik dan juru tulis. Di sela-sela pekerjaan itu, ia menulis cerita pendek dan esai. Awalnya, tulisannya dimuat di majalah dan surat kabar lokal. Perlahan tapi pasti, suaranya mulai terdengar. Pram punya gaya yang khas: lugas, penuh pengamatan sosial, dan...